Sulistiyo, Sosok Petugas Damkar Andalan


JAKARTA, MP - Tak seperti biasanya, Jumat (11/12) siang, rumah dinas mendiang Sulistyo Putranto (24), petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang tewas saat kebakaran di Tambora, ramai dipadati warga. Isak tangis dari kerabat, keluarga dan rekan-rekannya pun pecah seketika di rumah yang terletak di Jl Zainal Arifin, Nomor 71 RT 001 RW 10, Duripulo, Gambir, Jakpus.

Kepergian petugas yang masih berstatus lajang ini, dianggap oleh seluruh keluarga dan kerabatnya begitu cepat. Padahal, remaja yang gemar berolahraga ini, dalam waktu tiga bulan lagi akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta.

Tidak ada tanda-tanda keanehan pada putra pertama pasangan Sugeng dan Titin Sunarsih, saat akan pergi untuk selamanya.

"Tak ada keanehan. Semuanya berjalan seperti biasa, sampai saya tahu anak saya meninggal saat tugas," kata Sugeng, ayahanda korbandengan mata sembab.

Selanjutnya Sugeng menceritakan, sebelum peristiwa nahas menimpa anaknya, ia sempat melihat korban pulang ke rumah untuk makan. Tak seperti hari biasa, seragam kebesaran Damkar berwarna biru dongker yang dikenakannya tidak dilepas. "Bisanya dia pulang makan dengan melepas seragam, tapi ini tidak. Setalah makan ia berangkat bertugas lagi," kata Sugeng lirih.

Beberapa tetangganya juga mengatakan, dalam kesehariannya, korban merupakan sosok pendiam. Tak banyak kata yang keluar dari mulut pria kelahiran 25 Juni 1985 ini. "Anaknya baik dan taat beribadah. Meski pendiam, tapi Sulistyo sangat aktif dalam acara kedinasan," jelas Sunggodo, tetangga korban.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Paimin Napitupulu mengaku, Sulistyo sudah enam tahun bekerja sebagai petugas honorer di bagian BKO Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. Tahun 2009, Sulistyo masuk kriteria pegawai Damkar yang masuk calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Saat mengabdi di Dinas Pemadam Kebakaran sejak tahun 2005, Sulistyo menjadi pasukan inti yang berada di baris paling terdepan menangani musibah. Korban merupakan anggota andalan, sehingga sempat dikirim ke Bunaken dalam acara pemecahan rekor upacara dalam laut dan penanganan bencana di Situ gintung serta gempa di Padang, Sumatera Barat.

Kini Sulistiyo telah pergi untuk selamanya. Jenasahnya pun telah dimakamkan di TPU Karet Bisvak, Bendunganhilir, Jakarta Pusat pukul 14.00. Namun sebelum keberangkatan jenasah, dilakukan upacara penghormatan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulan Bencana DKI, di Jl Zainal Arifin No 71, Duripulo, Gambir, Jakarta Pusat.

Hadir dalam upacara pelepasan jenasah, Sekda Provinsi DKI Jakarta, Muhayat, Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni dan seluruh jajaran petugas Damkar DKI Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, atas nama Pemprov DKI, Muhayat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kini Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, telah kehilangan satu anggota terbaiknya.

“Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan semoga pula arwahnya ditempatkan di tempat yang layak. Amin,” ucap Muhayat. (red/*bj)


Posted by putu | di 05.29

0 komentar:

Posting Komentar